Merasakan Apa Yang Aku Rasakan
Feel What I Felt
Setiap orang memiliki sudut pandang dan cara yang berbeda-beda. Contoh yang bisa kita ambil dalam kehidupan sehari-hari misalnya, ada orang yang tidak bisa konsentrasi belajar kalau dia sedang mendengarkan musik. Dia butuh tempat yang sunyi untuk bisa memfokuskan pikirannya. Tapi ada juga orang yang bisa, bahkan lebih suka belajar kalau dia ada di tempat yang ramai, mungkin sambil mendengarkan lantunan musik, sambil memutar televisi, atau lebih parahnya lagi dia bisa membaca buku di tengah-tengah macet dan keramaian seperti riuhnya pameran. Dan orang itu adalah diriku sendiri. Aku pernah pergi ke suatu tempat, bisa dibilang itu pasar malam. Saat itu Aku dan teman-temanku sedang menunggu makanan datang. Karena menunggu terlalu lama, Aku meyempatkan membaca buku beberapa lembar saja di tengah keramaian saat itu. Karena malam itu adalah malam minggu, jadi tempat itu sangat ramai dikunjungi tidak seperti hari-hari biasanya. Ada life music, dan juga suara orang-orang yang ikut menyanyi. Kalau bicara pelan saja pasti tidak kedengaran.
Ayam dan keju adalah makanan favoritku. Setiap kali Ibuku memasak ayam, Aku pasti tidak sabar untuk cepat-cepat melahapnya. Rasanya yang gurih, lembut, dan baunya yang khas. Selain itu Aku juga menyukai keju. Mungkin kebanyakan orang lebih memilih makanan coklat daripada makanan yang didominasi keju. Tapi Aku sebaliknya. Keju itu enak, apalagi kalau sudah diparut dan ditaruh di dalam roti bakar atau apapun makanan yang cocok dengan topping keju. Rasanya yang kenyal, manis dan creamy.
Hujan adalah scene yang kupakai untuk menenangkan diri. Duduk sambil melihat hujan turun rasanya damai sekali. Petrichor, adalah bau khas yang muncul saat hujan turun. Mencium aroma bau hujan entah kenapa membuatku begitu tenang, damai, dan sedikit mengenang masa lalu. Aku pasti selalu mengingat masa kecilku, keluargaku, dan juga kampung halaman. Dan minum secangkir kopi sangat cocok dilakukan ketika hujan sedang turun membasahi jendela kamar kita.
Kalau ingin pergi ke mana pun, ke suatu tempat, budaya mencium tangan Ayah dan Ibuku memang tidak bisa lepas dariku. Bersalaman dan mencium tangan mereka seperti meminta doa keselamatan di perjalanan. Perasaan yang awalnya buru-buru ingin bergegas pergi, terasa begitu hangat saat bersalaman dengan mereka.
Aku suka sekali memotret langit, ketika cerah, gelap, atau berpelangi. Tapi dari semua itu yang sangat indah adalah awan. Entah mereka bergerombol, hanya satu, atau mungkin hanya seperti coretan kuas. Apapun bentuknya aku tetap meyukainya. Dia begitu cantik, lembut seperti bunga kapas.
______________________________________________
Ini adalah tugas kuliah mata kuliah Creative Writing. Jadi dalam blog ini dijelaskan apa saja yang aku rasakan atau pendapat aku tentang sesuatu dari pengalaman pribadiku. Apapun itu, benda atau sesuatu hal harus aku jelaskan secara detail sesuai dengan perasaan subjektif. Contoh pada paragraf terakhir ketika aku mengatakan bahwa aku suka memandang langit, dan tentu saja awan yang mengambil banyak perhatianku. Ketika aku mengatakan bahwa aku menyukainya berarti aku harus menjelaskan mengapa aku menyukainya, apa yang membuat aku menyukainya. Dalam tugas ini, selain melatih kreativitasku dalam membuat suatu cerita, aku juga mulai belajar bagaimana merangkaikan satu kata kemudian menjadi kalimat yang poetic, atau aesthetic (kata anak muda jaman now).
Terima kasih telah membaca blog ini, ini juga tulus dari perasaan dan pengalamanku. Haha. Aku harap ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, dan jangan lupa sisipkan pendapat kalian di kolom komentar yaa!
Sampai jumpa di blog Aysha selanjutnya!
Peace
Tugas kuliah mk creative writing:)
Komentar
Posting Komentar