Peluang dan Tantangan Di Era Masyarakat 5.0
Hari ini aku mengikuti seminar pekan yang hadiri sekitar 120 mahasiswa dan juga para dekanat dan dosen-dosen program studi ilmu komunikasi. Ada dua narasumber pagi ini, dan mereka sangat keren. Materi yang disampaikan juga tidak kalah keren dan memberikanku insight yang begitu banyak. Pengalaman dan ilmu yang aku dapatkan hari ini sangat berpengaruh khusunya bagi diriku sendiri, karena aku mendapatkan wawasan baru mengenai revolusi industri yang sedang terjadi saat ini, dan bagaimana sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change bisa melihat peluang dan tantangan yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan yang lebih baik.
Kali
ini aku akan membuat beberapa insight yang aku dapatkan dan aku harap ini bisa
menjadi pelajaran buat diriku juga buat teman-teman untuk lebih mengetahui lagi
keadaan yang sedang dihadapi oleh dunia sekarang dan bagaimana cara kita
sebagai manusia masyarakat dunia untuk melihat berbagai macam peluang dari
permasalahan tersebut.
SEMINAR
PEKAN KOMUNIKASI 2022 kali ini mempunyai materi atau judul yang sangat menantang juga
terdengar sangat baru di telinga masyarakat Indonesia. Kita telah melalui
beberapa proses revolusi industri sampai bisa sampai di titik 5.0. Pada
revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi digital dan
komputer yang mana berkembang seiring berkembangnya zaman. Semakin canggih juga
semakin bermanfaat karena dapat melakukan apa yang bisa dilakukan oleh manusia.
Contohnya robot yang dapat melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan manusia.
Tentunya hal ini juga sangat baik, namun tidak menutup kemungkinan akan
membawakan dampak yang negatif.
Masyarakat
5.0 atau lebih dikenal dengan smart society 5.0 ini diperkenalkan pertama kali
oleh pemerintah Jepang sebagai solusi dan tanggapan dari revolusi industri 4.0.
Hal tersebut bertujuan untuk keamanan dan kesejahteraan manusia. Revolusi
industri 4.0 dan 5.0 ini tidak jauh berbeda. Smart society 5.0 lebih
mengedepankan komponen manusianya. Jika pada 4.0 teknologi berupa AI dan
kecerdasan buatan sebagai komponen utamanya, maka pada revolusi 5.0 manusia
sebagai konsep utama dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan baik.
Shinzo
Abe berpendapat bahwa smart society 5.0 sebagai peluang untuk kita. Melihat
keadaan dunia sekarang, khususnya Jepang yang sudah banyak memproduksi robot
guna membantu pekerjaan manusia. Namun dari hasil pengamatannya, dia melihat
bahwa apa jadinya nanti jika teknologi ini, AI ini tidak dimanfaatkan dengan
baik oleh masyarakat di masa depan. Karena dengan adanya teknologi yang begitu
canggih sekarang membuat manusia menjadi malas, menjadi budak dari teknologi
yang seharusnya menjadi sarana dan peluang untuk membantu dan menciptakan
hal-hal baru. Oleh karena itu revolusi 5.0 ini sangat berpengaruh di kalangan
masyarakat Jepang juga tentunya di negara-negara lain di seluruh dunia ini,
termasuk Indonesia untuk mulai diterapkan.
Masyarakat
dituntut untuk lebih giat lagi dalam belajar dan berusaha, karena zaman ini
sudah zaman manusia cerdas, manusia pintar, pintar dalam melihat peluang dan
tantangan dalam menghadapi era sekarang. Sebagai masyarakat juga sebagai
mahasiswa khususnya adalah agent of change atau agen perubahan. Bagaimana agar
bisa memajukan generasi bangsa yang mendatang dan bisa bermanfaat dalam
masyarakat juga negara. Ada beberapa cara, ada beberapa hal yang perlu kita
lakukan sebagai mahasiswa atau masyarakat secara umum untuk bisa menghadapi
berbagai macam tantangan dan peluang yang ada dalam menghadapi revolusi smart
society 5.0 ini.
Yang
pertama adalah memperdalam technical skill, yaitu soft skill dan hard skill.
Soft skill berarti pribadi personal diri kita sendiri. Apa yang perlu kita
benah, yang perlu kita perbaiki lagi dari diri kita agar kita lebih banyak
mempunyai waktu untuk belajar dan terus belajar. Ingat belajar tidak hanya di
bangku sekolah saja, di bangku kuliah saja, tapi belaajr bisa di mana saja,
dengan siapa saja, apa saja, dan kapan saja. Jadi kiat yang pertama ini lebih ke
mengenal diri sendiri. Mungkinkah selama ini kita tidak menyadari kalau waktu
yang kita gunakan yang kita habiskan ternyata itu untuk hal yang kurang
bermanfaat. Contoh kecilnya, terlalu banyak rebahan, nongkrong kesana-kemari,
dan masih banyak lagi. Bukankah lebih baik jika waktu yang banyak ini kita
investasikan untuk membangun kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik, seperti
membaca buku, melatih skil. Bukankah lebih baik jika waktu kita, kita gunakan
untuk belajar mencari hal-hal baru yang bisa mengantarkan kita pada masa depan
yang lebih cerah. Tentunya sebagai mahasiswa dapat melihat peluang di
sekitarnya, seperti mengikuti organisasi, seminar, ikut les untuk memperdalam
skil, selalu cari bacaan di perpustakaan.
Poin
selanjutnya adalah memperluas networking kita yaitu jaringan kita dan membangun
relationship atau hubungan yang baik dengan orang lain. Cari banyak teman,
teman yang bisa membantu kalian menggapai cita-cita dan impian kalian, teman
yang selalu mengajak kita kepada kebaikan juga kepada kemajuan. Dan setelah itu
bangunlah hubungan yang baik dengan mereka. Saling membantu dalam mencari
solusi dalam setiap permasalahan, dan kepada hal-hal kecil lainnya. Mempunyai
jaringan yang luas, pertemanan yang luas memungkinkan kita untuk mendapat
berbagai macam ilmu, pengetahuan, pengalaman dari mereka.
Intinya
di era masyarakat 5.0 ini kita dituntut untuk pintar dan lebih pintar lagi.
Kita tidak boleh gagap teknologi, atau bahkan menjadi budak dari teknologi yang
kita ciptakan sendiri. Masa depan tidak ada yang tahu, tetapi kita bisa
merencanakan mulai dari sekarang, mulai dari hari ini. Kita masyarakat dan para
agent of change, rajinlah belajar dan terus belajar, jangan pernah menyerah.
Jika gagal jangan pernah lupa untuk bangkit lagi. Di tahun-tahun yang akan
datang akan semakin banyak lagi tantangan yang akan kita dapatkan. Jadi mulai
dari sekarang, mulailah memperbaiki diri, jangan membuang-buang waktu dan
kesempatan, melihat peluang yang ada dan ambil segera peluang itu, kesempatan
itu untuk belajar mengupdate diri. Bukan hanya smartphone aja yang bisa di
update, diri kita juga bisa. Jangan mau tertinggal, jangan mau tidak belajar.
Jadilah yang bermanfaat dalam menggunakan teknologi dan internet, gunakan
dengan baik dan manfaatkan dengan baik.
Marilah
kita membangun Indonesia ini, negara tercinta ini jauh dari kesenjangan
digital. Sebelum mengupdate masyarakat dan negara kita, terlebih dahulu know
yourself dan mulai perbaiki diri, upgrade diri menjadi lebih baik dan
bermanfaat lagi.
So itu dia yang bisa aku jadikan sebuah pelajaran hari ini, terkhususnya untuk teman-teman semua. Semoga dengan ilmu yang aku dapat ini bisa bermanfaat bagi kalian semua juga. Kalau ada yang perlu ditanyakan seputar tema yang ada, ayo kita berdiskusi di kolom komentar, atau nggak teman-teman punya insight tentang peluang dan tantangan di era masyarakat 5.0 ini jangan lupa di share agar kita bisa sama-sama tahu dan sama-sama ngerti.
Terima kasih semua, sampai jumpa di blog aku selanjutnya!!!
Komentar
Posting Komentar