Bagaimana seharusnya kita berkomunikasi?
7 ETIKA DALAM BERKOMUNIKASI
Halo teman-teman selamat di blog aku. Semoga kalian hari ini dan hari-hari berikutnya selalu sehat dan bahagia, hehe. Oh iya hari ini seperti biasanya aku akan membagikan sebuah cara atau sebuah prinsip dalam berkomunikasi dengan siapapun. Karena menurut aku ini hal yang sangat penting untuk diketahui dan harus diaplikasikan ke diri kita masing-masing, karena kebanyakan masalah atau problem yang kita dapat dalam hidup kita sehari-hari tidak jauh dari kesalahan kita dalam berkomunikasi, kesalahan kita dalam menyampaikan pesan dengan orang lain. Nah untuk itu, kita perlu belajar bersama-sama dan membagikan pengalaman kita ke orang lain tentang pentingnya sebuah etika dalam berkomunikasi.
Sebelum lanjut ke 7 prinsipnya kita harus tahu dulu apa itu etika dan apa itu komunikasi. Etika adalah seperangkat pedoman moral, prinsip-prinsip moral yang menuntun kita menjalani kehidupan yang lebih baik, tujuannya adalah untuk menuntun kita dalam memutuskan hal yang baik dan buruk, benar dan salah. Etika juga adalah sifat, perilaku dan karakter seseorang.
Komunukasi memiliki arti yang begitu luas, sangat-sangat luas. Ada yang mengartikan bahwa komunikasi itu adalah kegiatan ketika kita berbicara dengan orang lain, dengan lawan bicara kita. Namun tahukah teman-teman bahwa komunikasi memiliki arti yang begitu luas selain kegiatan berbicara. Jadi komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan baik itu pesan,ide, gagasan baik yang nonverbal maupun verbal secara langsung atau tidak langsung (menggunakan media) dari satu pihak ke pihak lainnya, atau biasa disebut dari komunikator kepada komunikan. Wah panjang banget ya, hehe. Tapi itulah komunikasi, bukan sekadar berbicara dengan orang lain, tetapi terdapat banyak unsur di dalamnya.
Karena pengertian etika dan komunikasi sudah aku bahas di atas, selanjutnya kita masuk ke bagian inti yaitu bagaimana seharusnya kita berbicara, bagaimana seharusnya sifat dan perilaku kita ketika berbicara dengan orang lain. Bahkan untuk berbicara saja kita sudah diatur, betapa pentingnya hal tersebut. Selain untuk menguatkan gagasan-gagasan kita, hal tersebut juga berfungsi untuk mengajarkan kita mengahargai pendapat orang lain dan menjalin hubungan yang lebih harmonis lagi.
Berikut
ini adalah 7 etika dalam berkomunikasi:
- Selalu
berusaha untuk mendapatkan yang terbaik.
Tentu saja ketika kita berbicara dengan orang lain, pasti
kita ingin mengeluarkan pendapat kita dengan baik agar dapat dimengerti dan
dipahami. Itulah etika yang pertama yang kita miliki.
- Mendengarkan
orang lain ketika berbicara.
Ada orang yang mengatakan bahwa bericara itu gampang tetapi
mendengarkan orang lain itulah yang sulit. Kesalahan terbesar ketika
berkomunikasi adalah kita hanya ingin didengarkan dan dimengerti tetapi tidak
mau memahami orang lain. Ini adalah quotes dari dosen di fakultasku. Kebanyakan
orang lain ketika berkomunikasi
terburu-buru untuk memberikan jawaban sehingga tidak mendengar sampai
habis ketika lawan bicaranya berbicara. Dari salah satu video Ted Talk yang aku
nonton, aku mendapatkan ini. Remember everyone has their own opinon, and those
opinion want to be heard. When you talk to someone really listen, do not listen
to answer, listen to listen, it's different. Mendengarkan untuk mendengarkan
sangat berbeda dengan mendengarkan untuk menjawab. Oleh karena itu biasakanlah
untuk mendengarkan sampai habis barulah menanggapinya, dengan begitu kita
menghargai orang tersebut.
- Bericaralah
tanpa menghakimi
Bericaralah tanpa menghakimi atau langsung men-judge
terlebih dahulu tanpa mendengar penjelasan lawan bicara kita sampai tuntas.
Ketika orang lain berbicara terkadang hal yang kita lakukan adalah langsung
menghakiminya/menjudgenya. Dengarlah dulu sampai selesai, barulah kita
menganggapi atau memberikan jawaban atau solusi. Contoh, adik kita mengatakan
bahwa dia mendapatkan ranking 2 padahal di tahun kemarin ranking 1. Sebagai
kakak atau keluarganya, jangan langsung mengatakan bahwa "kamu itu bodoh,
kamu itu, bla,bla,bla" Jangan langsung menghakimi. Mungkinkah dia
mempunyai masalah lain sehingga dia mendapatkan ranking 2. Maka berikan dia
solusi, berikan dia jawaban yang dapat menenangkan hatinya, dan menasehatinya
dengan baik.
- Berbicara
dari pengalaman dan persepektif diri sendiri
Bericaralah dari apa yang sudah kita alami, karena dengan
begitu kita jujur, tulus dan benar-benar mengungkapkan pendapat kita. Ketika
kita berbicara berdasarkan pengalaman dan perspektif kita, kita dapat merasakan
yang kita rasakan dan dapat merasakan perasaan orang lain.
- Berupaya
memahami orang lain, jangan merasa yang paling benar
Ingat setiap orang berbeda-beda, maka pendapatnya pun sangat
bervariasi. Ketika berbicara dengan orang lain, berarti kita akan berhadapan
dengan pendapat yang mungkin berbeda dari kita. Maka jangan pernah merasa
pendapat kitalah yang paling benar, bukalah pikiran kita kepada perspektif
orang lain dengan begitu kita juga akan belajar dari mereka melihat sesuatu
dari sudut pandang yang berbeda.
- Hindari
berbicara mengenai orang lain berdasarkan asumsi
Nah ini, DON’T JUDGE A BOOK BY ITS COVER. Jangan menilai
orang dari luarnya saja. Jangan menganggap orang cuek, judes dengan kita hanya
karena ketika kita menyapanya dan dia tidak menjawab dan kita langsung
berpendapat bahwa dia adalah orang yang sombong. Bisa jadi kan dia memang tidak
melihat kita atau tidak mendengar kita ketika kita menyapanya.
- Kelola
batasan pribadi
Dalam berkomunikasi memang kita dibutuhkan untuk mempunyai
sifat yang jujur. Tetapi kita harus mengenal yang namanya privacy. Ada
batasan-batasan ketika berkomunikasi, ketika menyampaikan pesan kepada orang
lain. Ketahui diri kita bahwa ada hal-hal yang sebaiknya tidak perlu kita
bilang ke orang lain.
Setiap
orang memiliki kesempatan untuk berbicara dan untuk menyampaikan pendapatnya.
Dengan memperhatikan apa saja yang harus kita lakukan dan tidak kita lakukan
ketika berbicara, kita dapat menjadi orang yang baik etikanya dalam
berkomunikasi. Gunakanlah kesempatan tersebut untuk menyampaikan hal yang
bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar